Senin, 21 Februari 2011

POTENSI  SEL CD133+ ENDOTHELIAL PROGENITOR CELLS (EPCS) DARI HUMAN UMBILICAL CORD BLOOD (HUCB) DALAM PROSES NEOANGIOGENESIS SEBAGAI PENATALAKSANAAN  INFARK MIOKARD AKUT (IMA)

(Author Sulistianto)

ABSTRAK

Hingga saat ini Infark Miokard Akut (IMA) masih menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi di seluruh dunia. Penatalaksanaan IMA saat menggunakan trombolisis dan Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Keduanya masih memiliki keterbatasan dalam hal kontraindikasi dan komplikasi yang ditimbulkan.

Penggunaan sel CD133+ Endothelial Progenitor Cells (EPCs) dari Human Umbilical Cord Blood (HUCB) mampu mencegah jaringan jantung terjadinya infark dan juga memperbaiki jaringan jantung yang telah mengalami infark melalui proses neoangiogenesisnya.
Dengan ditambahkan VEGF, b-FGF, IGF-I dan Fibronektin (FN), sel CD133+ mampu membentuk sel-sel berukuran kecil berbentuk  monolayer, gelendong (spindle-shape), cooblestone appearance (karakteristik sel endotel). Akhirnya sel CD133+ akan membentuk pembuluh darah baru (neoangiogenesis) yang berfungsi sebagai arteri kolateral di sekitar jaringan yang infark.
Injeksi sel CD133+ pada manusia menunjukkan peningkatan global ejection fraction dari 44±10% menjadi 49±10%; (P=0,003) dan ukuran infark menurun secara signifikan dari 46±32 menjadi 37±28 ml (P<0,05)

Kata Kunci : IMA, Sel CD133+, EPCs, neoangiogenesis

0 komentar: